Kamis, 02 Februari 2017

Cara Memelihara Kalajengking (Scorpion)

Memang tengah menjadi tren di kalangan pecinta hewan eksotis karena kalajengking atau scorpio dianggap "keren" untuk dipelihara. Secara prinsip, kalajengking tidaklah susah untuk dipelihara, baik oleh pemula maupun yang sudah berpengalaman. Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips cara memelihara kalajengking yang saya kutip dari berbagai sumber. Oh ya, bagi anda yang berniat memelihara hewan eksotis lain, anda bisa membaca artikel saya cara memelihara tarantula atau cara memelihara gurita.


1. Siapkan sebuah wadah kaca, lebih baik jika menggunakan akuarium atau terrarium, sebagai media kandang kalajengking.
Alasi kandang dengan cocopeat yang bisa dibeli di penjual tanaman hias dan tambahkan aksesories lain seperti potongan kayu berbentuk eksotis dan tambahkan hiding part, bisa berupa tempurung kelapa berukuran besar atau lainnya.

2. Beri makan kalajengking secara teratur.
Makanan kalajengking adalah serangga seperti jangkrik. Beri air minum dalam wadah yang ditaruh di pojok kandang.

3. Bersihkan kandang jika kandang sudah mulai berbau.
Akan lebih baik jika kandang dibersihkan secara total maksimal 3 minggu sekali.
Kalajengking adalah jenis hewan yang mudah dalam cara perawatan. Hal terpenting dalam

Memelihara Kalajengking

adalah kebersihan kandang dan pemberian pakan. Semoga tips diatas bisa menjadi acuan bagi anda dalam memelihara kalajengking. Saran, komentar, dan kritik bisa anda tulis dibawah ini. Terima kasih.

Sumber: http://jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.co.id/2013/11/cara-memelihara-kalajengking.html

Sabtu, 05 November 2016

Scorpion ( Kalajengking )

Scorpio (Kalajengking)

Kalajengking adalah sekelompok hewan beruas dengan delapan kaki (oktopoda) yang termasuk dalam ordo Scorpiones dalam kelas Arachnida. Kalajengking masih berkerabat dengan ketonggeng, laba-laba, tungau, dan caplak. Ada sekitar 2000 jenis kalajengking. Mereka banyak ditemukan selatan dari 49° U, kecuali Selandia Baru dan Antarktika.

  

Karakteristik fisik

Tubuh kalajengking dibagi menjadi dua segmen: cephalothorax dan abdomen. Abdomen terdiri dari mesosoma dan metasoma. Arachnoidea

 

  

 

Racun kalajengking

Kala Androctonus crassicauda
Semua spesies kalajengking memiliki bisa. Pada umumnya, bisa kalajengking termasuk sebagai neurotoksin (racun saraf). Suatu pengecualian adalah Hemiscorpius lepturus yang memiliki bisa sitotoksik (racun sel). Neurotoksin terdiri dari protein kecil dan juga natrium dan kalium, yang berguna untuk mengganggu transmisi saraf sang korban. Kalajengking menggunakan bisanya untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa mereka agar mudah dimakan.
Bisa kalajengking lebih berfungsi terhadap hexapoda lainnya dan kebanyakan kalajengking tidak berbahaya bagi manusia; sengatan menghasilkan efek lokal (seperti rasa sakit, pembengkakan). Namun beberapa spesies kalajengking, terutama dalam keluarga Buthidae dapat berbahaya bagi manusia. Salah satu yang paling berbahaya adalah Leiurus quinquestriatus, dan anggota dari genera Parabuthus, Tityus, Centruroides, dan terutama Androctonus. Kalajengking yang paling banyak menyebabkan kematian manusia adalah Mus muscullus.

Asal-usul kalajengking

Kalajengking purba muncul pada pertengahan Masa Paleozoikum, kira-kira 400 juta tahun yang lalu. Berbeda dengan kalajengking pada umumnya, bentuk kalajengking purba lebih sederhana. Tubuhnya terdiri dari banyak ruas-ruas yang terlindung cangkang tipis. Perbedaan lainnya adalah ukuran tubuh beberapa jenis kalajengking purba yang mencapai 100 kali ukuran kalajengking masa sekarang, 2 hingga 3 meter. Selain itu, kalajengking purba juga hidup di air.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kalajengking